*Bandung, 7 Februari 2026* ,skr168.com – Basarnas bersama Tim SAR Gabungan *melanjutkan operasi pendampingan pencarian dan pemantauan* pada masa *transisi dan pemulihan* pascabencana tanah longsor di *Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat*, hingga pukul *16.00 WIB*.
Dalam pelaksanaan operasi hari ini, Tim SAR Gabungan kembali menerapkan *pendekatan adaptif* yang disesuaikan dengan dinamika kondisi lapangan. Pada pukul *11.15 WIB*, tim berhasil menemukan *1 bodypack di Worksite A3*, sehingga jumlah total bodypack yang telah diserahkan kepada *Tim DVI menjadi 95 bodypack*.
Pada hari ke-15 ini, kegiatan penyisiran difokuskan pada tiga worksite, yakni *Worksite A1, A2, dan A3*, dengan dukungan *794 personel SAR Gabungan*. Operasi didukung oleh *11 unit excavator*, *10 unit pompa air (alkon)*, *13 unit drone UAV*, serta *10 ekor satwa K-9* guna mengoptimalkan upaya pencarian di area prioritas.
Berdasarkan pembaruan data dari Tim DVI Polda Jawa Barat, hingga saat ini telah berhasil dilakukan identifikasi terhadap *74 korban* dari *77 bodypack* yang telah diproses. Sementara itu, *18 bodypack* lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan sesuai dengan prosedur forensik yang berlaku.
Kepala Kantor SAR Bandung selaku *SAR Mission Coordinator (SMC)* menyampaikan bahwa meskipun masa tanggap darurat telah berakhir dan operasi memasuki fase transisi menuju pemulihan, *kehadiran negara dalam misi kemanusiaan ini tetap berlanjut*.
“*Walaupun status tanggap darurat telah selesai dan saat ini memasuki tahap transisi serta pemulihan, Basarnas bersama unsur SAR gabungan tetap melaksanakan operasi pendampingan dengan pola yang disesuaikan. Pencarian dan pemantauan tetap dilakukan secara adaptif, khususnya pada area-area yang memiliki potensi tinggi, dengan tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama*,” ujar SMC.
Lebih lanjut disampaikan bahwa ruang penanganan terbatas tetap dibuka apabila terdapat *laporan, temuan, atau indikasi baru* yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan operasional.
“*Kami memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi lapangan, analisis risiko, serta pertimbangan kemanusiaan. Keselamatan personel tidak bisa ditawar, namun empati dan tanggung jawab negara terhadap para korban dan keluarga tetap menjadi landasan utama*,” tambahnya.
Berdasarkan pertimbangan teknis lapangan, kondisi cuaca, serta evaluasi keselamatan, kegiatan pemantauan dan pencarian dihentikan sementara pada sore hari ini, dan akan dilanjutkan kembali sesuai dengan prosedur yang berlaku dan hasil evaluasi berikutnya.
Basarnas menyampaikan *apresiasi* setinggi-tingginya kepada seluruh *unsur SAR Gabungan*, TNI/Polri, Kementrian dan Lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan ini. Freezer.com
_





