JAKARTA,skr168.com – KEMENDUKBANGGA/BKKBN — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar GENTING Collaboration Summit 2025 di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Rabu (10/12/25). Forum ini menjadi ruang temu nasional bagi para pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan menyelaraskan arah kebijakan tahun 2026.

Dalam sambutannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada ribuan Orang Tua Asuh (OTA) yang selama setahun terakhir terlibat aktif mendampingi keluarga berisiko stunting. “GENTING telah menyelamatkan 1,5 juta warga negara kita. Menolong satu keluarga berarti menyelamatkan satu generasi,” ujar Menteri Wihaji di hadapan para peserta.
Acara yang dihadiri lebih dari 300 perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas hingga media tersebut dibuka dengan penayangan video perjalanan satu tahun GENTING. Tayangan tersebut menampilkan beragam intervensi, mulai dari pemenuhan gizi, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, hingga edukasi pencegahan stunting yang dilakukan bersama para mitra di seluruh Indonesia.
Kemendukbangga/BKKBN memberikan penghargaan kepada lebih dari 50 institusi dan individu yang berkontribusi dalam pendampingan keluarga berisiko stunting. Apresiasi tersebut diserahkan kepada BUMN, perusahaan swasta nasional, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan media yang dinilai konsisten menjalankan empat menu intervensi GENTING di berbagai daerah.
Partisipasi para mitra, dalam pandangan Menteri Wihaji, memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kontribusi tersebut memperluas jangkauan program, memastikan keluarga terbawah mendapat dukungan, serta meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga sejak awal kehidupan.
Dalam momentum ini, Kemendukbangga/BKKBN juga menegaskan arah kebijakan GENTING untuk tahun 2026, terutama terkait penguatan tata kelola, peningkatan akurasi data sasaran, serta perluasan kemitraan pentahelix. Program ini, menurut menteri, akan diarahkan untuk menjangkau lebih banyak keluarga di daerah prioritas, termasuk NTT dan Jawa Barat.*
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;
Berlandaskan juga pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024 tentang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga: Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 181 Tahun 2024 tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
_





