oleh

Bentuk Gotong Royong Ekonomi Berdikari Melalui Kemandirian dan Kedaulatan Pangan

MUBA,SKR168.COM – Untuk Kebutuhan konsumsi beras seluruh pengurus dan kader menjelang lebaran 2021, DPC PDI-Perjuangan kabupaten Musi Banyuasin bergotong royong mengumpulkan dana swadaya kadernya untuk melakukan Pembelian Beras.

Beras ini di beli dari Gapoktan Petani dan penggilingan beras desa Pinang Banjar, kecamatan Sungai Lilin yang memiliki luas hamparan persawahan kurang lebih sekitar 400 Hektar.

Ketua DPC PDI-Perjuangan kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP saat memberikan paparannya terkait beras yang dibeli ini mengungkapkan, 5.000 paket beras akan di distribusikan kepada seluruh kader dan pengurus partai, masyarakat yang membutuhkan sebagai Bansos Khusus Hari Raya Tahun 2021 ini.

” Apa yang kita lakukan oleh PDI-Perjuangan ini adalah hal yang sangat sederhana sekali, dengan mengkordinir dan langsung dengan dengan penggilingan-penggilingan Rakyat, kemudian kita beli serta dengan itu juga kita memperkerjakan tenaga kerja dan kita kemas dalam kemasan kecil setelah itu kita distribusikan,” ungkap Orang Nomor satu DPC PDI-Perjuangan kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (8/5/2021).

Dijelaskan Beni Hernedi yang juga Wakil Bupati Musi Banyuasin ini, Swasembada yang kita lakukan itu memang yang kita konsumsi hasil dari tanaman yang di tanam oleh Petani kita sendiri. Dan yang membeli dan menikmatinya juga adalah Rakyat kita sendiri.

” Dan mari kita bersama-sama mendorong Tranformasi Ekonomi di kabupaten Musi Banyuasin, apa-apa saja bentuknya yaitu, Bahan Baku yang diubah dan diolah di dalam daerah sendiri. Serta dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah serta memberi Manfaat Akses bahan-bahan yang lebih mudah, berkualitas, dan tentunya harga yang terjangkau untuk warga masyarakat kabupaten Musi Banyuasin,” ajak Putra Asli kecamatan Batang Hari Leko ini.

Para petani sudah berjasa dalam mewujudkan swasembada produksi gabah hanya saja ketika pasca panennya justru menghadapi โ€œharga jatuhโ€ dan petani menjerit.

” Kelemahannya ada pada belum tersedianya industri pengolahan pasca panen (Hilirisasi) lengkap dengan sistem dan alur distribusi hasil produksi didalam wilayah Muba sendiri. Inilah yang dikatakan oleh Bung Karno Politik Ekonomi Berdikari “Berdiri di atas Kaki Sendiri”,” imbuh Kader Banteng PDI-Perjuangan ini.(hsm)

-----

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed